Minggu, 29 Juli 2012

ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA BAYI NY. A DENGAN ASFIKSIA SEDANG


ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA BAYI NY. A DENGAN ASFIKSIA SEDANG


BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
Saat-saat pertama dalam kehidupan seorang bayi sangatlah kritis mengingat transisi yang mendadak dalam kehidupan intrauterine kekehidupan ekstrauterin. Oleh karenan itu menolong bayi menghadapi masa transisi ini merupakan tantangan yang besar bagi tenaga kesehatan, dibandingkan dengan kelompok umur laen, neonetus lebih banyak memerlukan upaya resusiatasi cara-cara perwatan bayi yang mengalami depresi segera sesudah lahir sangat mempengaruhi kualitas hidup, konseksuensinya bisa berdampak untuk kehidupan selanjutnya
Tiap bayi baru lahir mempunyai hak untk mendapat tindakan resusitasi yang dilaksanakan oleh tenaga kesehatan dengan tingkat kompetensi yang tinggi. Tersedianya alat-alat resusitasi pada persalinan merupakan suatu keharusan, disertai tenaga kesehatan yang mengetahui dan trampil dalam tatalaksana resusitasi dan mampu bekerja dalam satu tim.

1.2        Tujaun
1.2.1  Tujuan Umum
         Dapat melakuakn asuhan kebidanan pada bayi baru lahir dengan asfiksia ringan menggunakan 7 langkah manajemen varney dan melakukan pendokumentasian menggunakan SOAP secara komperhensif.
1.2.2  Tujuan Khusus
a.       Dapat melakukan pengkajian data pada bayi Ny. A baik data subyektif maupun obyektif.
b.      Dapat membuat interpretasi data dengan tepat pada bayi Ny. A
c.       Dapat menentukan diagnosa/masalah potensial dan antisipasi pada bayi Ny. A
d.      Dapat menentukan tindakan segera yang tepat untuk bayi Ny. A
e.       Dapat membuat perencanaan tindakan yang tepat untuk bayi Ny. A
f.       Dapat melaksanakan rencana tindakan yang telah dibuat dengan baik pada bayi Ny. A
g.      Dapat melakuakn evaluasi dari tindakan yang telah dilakukan dari awal sampai akhir pada nayi Ny. A



BAB II
TINJAUAN TEORI

2.1        Pengertian Asfiksia Neonaturum
Asfiksia neonaturum adalah suatu keadaan BBL yang gagal bernfas secara spontan dan teratur segera lahir (Hut Chison, 1997). Keadaan ini disertai hipoksia, hiperglikemia dan berakhir dengan asidosis. Hipoksia yang terdapat pada penderita asfiksia ini merupakan factor penting yang dapat menghambat adaptasi BBL terhadap kehidupan ekstra uterin (Grablel DUC, 1991).

2.2        Etiologi Asfiksia Neonaturum
Mennurut Depkes RI 1993 mengajukan penggolongan penyebab kegagalan nafas pada bayi terdiri dari:
1.      Faktor Ibu
Hipoksia ibu dapat terjadi karena hipoventilasi akibat pemberian obat analgetika atau anastesi dalam. Dapat juga disebabkan oleh berkurangnya aliran darah pada uterus akan emnyebabkan berkurangnya pengaliran oksigen ke plasenta dan janin.
Hal ini dapat terjadi pada:
-  Gangguan kontraksi uterus, misalnya: hipotermi, hipotoni, atau tetania uteri
-  Hipotensi mendadak pada ibu karena perdarahan
-  Hipotensi pada penyakit eklampsia
2.      Faktor Plasenta
Asfiksia janin akan terjadi bila terdapat gangguan mendadak pada plasenta, seperti: perdarahan plasenta, solosio plasenta.
3.      Faktor Fetus
Kompresi umbilicus akan mengakibatkan terganggunya aliran darah dalam pembuluh darah umbilicus dan menghambat pertukaran gas antaraibu dan janin.Keadaan ini dijumpai pada: tali pusat membumbung, tali pusat melilit leher, kompresi tali puat antarajanin dan jalan lahir.
4.      Faktor Neonatus
Deperesi pusat pernafasan pada BBL dapat terjadi karena beberapa hal:
-  Pemakaian obat anastesi/analgetika yang berlebihan pada ibu secara langsung dapat menimbulkan depresi pusat pernafasan sanin.
-  Trauma persalinan, missal: perdarahan intracranial
-  Kelainan congenital, missal: hernia diagfrahma atresia/stenosis, saluran nafas, hipoplasia paru.




2.3        Patogenesis
Bila janin kekurangan oksigen dan kadar oksigen bertambah, tumbuh rangsangan terhadap neonatus vagus sehingga bunyi jantung janin cepat, secara klinis tanda-tanda asfiksia adalah DJJ yang lebih cepat lagi 160 x/menit atau kurang dari 100 x/menit, halus dan ireguler serta adanya pengeluaran mekonium (Jumiarni, 1993: 77)
2.4        Diagnosis
1.      Intra Partum
-        Brakikardi dibawah 100 x/menit antara kontraksi rahim atau pola deselerasi yang abnormal.
-        Takikardi diatas 160 x/menit
-        Irregularitas denyut jantung janin yang jelas
-        Keluarnya mekonium pada presentasi kepala
2.      Post Partum
Metode APGAR Score untuk menentukan tingkatan bayi baru lahir: angka 0,1 atau 2 masing – masing dari lima tanda-tanda penentyu tingkatan dilakukan 1 menit setelah bayi baru lahir dan diulang setelah lima emnit. (Varney, 2003: 905).



2.5        Klasifikasi Klinik Dan Nilai Apgar
1        Asfiksia Berat (nilai Apgar 0-3)
Memerlukan resusitasi segera secara aktif dan pemberian oksigen terkendali karena selalu disertai asidosis, maka perlu diberikan natrius bikarbonas 7,5 % dengan dosis 2,4 ml/Kg BB dan cairan glukosa 40% 1-2 ml/kg BB diberikan lewat vena umbilikal.
2        Asfiksia ringansedang (nilai apgar 4-6)
Memerlukan resusitasi dan pemberian oksigen sampai bayi dapat bernafas normal.
3        Bayi normal (nilai apgar 7-10)
(Subekti, 2008: 51)

2.6        Penanganan
1        kelembutan dan sikap hati-hati dalam menangani bayi mempunyai factor yang sangat penting.
2        Kelembaban dan suhu yang tepat harus dipertahankan keadaan ini paling baik dicapai dalam inkubator.
3        Melakukan resusitasi

2.7        Prognosis
Bayi yang dalam keadaan asfiksia dan pulih kembali kemungkinan menderita cacat mental seperti epilepsy (Subekti, 2008: 52)
2.8        Profilaksis
Perlu diperhatikan:
1        hindari forcep tinggi, versi dan ekstraksi padapanggul sempit serta pemberian pituitarin dalam dosis tinggi.
2        Bila ibu anemis, perbaiki keadaan ini dan bila ada perdarahan latihan oksigen dn darah segar.
3        Janganberi obat bius pada waktu yang tidak tepat dan jangan menunggu terlalu lama pada kala II.
(Varney, 2003: 897)

2.9        Pencegahan
1        menghindari trauma sedapat mungkin
2        oksigen diberikan pada ibu sedikitnya 5  menit sebelum dan sesudah kelahiran yang sukar
3        tidak boleh digunakan narcosis yang berlebihan dan inhalasi anastesi yang dalam serta lama.
4        Pengamatan yang cermat diperlukan sehingga gawat janin dapat didiagnosis dn terapi segera diberikan baik selama persalinan maupun sesudah melahirkan.
(Varney, 2003: 899).



BAB III
TINJAUAN KASUS
ASUHAN KEBIDANAN BAYI BARU LAHIR PADA BAYI NY. A DENGAN ASFIKSIA SEDANG

Tgl/jam masuk   : 08-12-2011 / 12.10 WIB    Bidan        : Bidan Ny.Ari
Tempat Praktik  : BPS Ny.Ari                         Diagnosa   : Asfiksia sedang

I.    PENGKAJIAN
      Tanggal : 08-12-2011, jam 12.10WIB
  1. Data Subyektif
1.       Biodata
Nama                                : BY. Ny “A”
Tanggal/jam lahir                : 08-12-2011   Jam : 12.10WIB
Alamat                               : Gemolong, Sragen
Biodata Orang tua
Nama Ibu             : Ny. A                        Nama Bapak   : Tn. P
Umur                    : 25 Tahun                   Umur               : 27 tahun
Agama                  : Islam                          Agama            : Islam
Pekerjaan              : IRT                            Pekerjaan       : Swasta
Alamat                  : Gemolong, Sragen
2.       Riwayat Kehamilan
       GPA1, umur kehamilan             : 39+2 minggu
       ANC                                             : 10 x, di : Bidan
       TT                                                 : 2 x (kehamilan yang ke 24 mgg dan
                                                               kehamilan yang ke 28 mgg)
       Kenaikan BB                                : 10 kg
3.       Riwayat Penyakit Keluarga
Dalam Keluarga tidak ada yang menderita penyakit baik menular (HIV-AIDS, Hepatitis), menurun (DM, Epilepsi), maupun menahun (Ashma, Jantung).
4.       Riwayat Persalinan
a.      Kala I     : 14 jam
b.     Kala II   : 30 menit, mulai jam 11.40 WIB
§ DJJ                             : 140 x / menit
§ Warna air ketuban      : Hijau keruh
§ Caput                         : Tidak ada
§ Cefal Hematuma        : Tidak ada
§ Anak lahir seluruhnya jam   : 12.10 WIB
§ Jenis persalinan          : Spontan
5.       Apgar Score

Skore
1 menit
A: Appearance colour (warna kulit)
1
P: Pulse/ Head Rate (frekuensi jantung)
1
G: Grimace (reaksi terhadap rangsangan)
1
A: Activity (tonus otot)
1
R: Respiration (usaha nafas)
1
Jumlah
5

6.       Nutrisi
o Minum                          : Belum dilakukan
o Jenis                             : Belum dilakukan
o   Cara pemberian           : Belum dilakukan
7.       Eliminasi
o   BAK pertama kali       : Belum BAK
o   BAB pertama kali       : Belum BAB
8.       Istirahat/tidur
o   Tidur                           : belum dilakukan
  1. Data Obyektif
o   Warna kulit : agak merah, ekstremitas pucat
o   Tangis bayi : lemah, usaha nafas : lemah
o   Tonus otot : lemah

II.     INTERPRETASI DATA
      Tanggal : 08-12-2011 / 12.15 WIB
a.       Diagnosa Kebidanan
Bayi Ny. A neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan lahir spontan dengan asfiksia sedang.
Dasar :
S : bidan mangatakan bayi lahir spontan dan tidak langsung menangis.
             O  :  -  Tangis bayi lemah
-     Usaha nafas lemah
-     Warna kulit kemerahan, ekstremitas pucat
-     Tonus otot lemah
-     AS pertama 5
-     Denyut nadi < 100 x/menit
b.      Masalah           : bayi belum  bisa bernafas secara normal
Dasar : S : bidan mengatakan bayi lahir spontan dan belum bisa bernafas normal
                    O : usaha nafas lemah

III.  DIAGNOSA POTENSIAL dan ANTISIPASI
Potensial terjadi Asfiksia berat
Antisipasi: resusitasi bayi

IV.  TINDAKAN SEGERA
-        Berikan Vit K 1 mg secara IM
-    Rujuk ke RS 

V.     INTERVENSI
Tanggal : 08-12-2011 / Jam 12.15 WIB
  1. Nilai apgar score bayi setelah dilakukan resusitasi
  2. Lakukan evaluasi pernafasan, warna kulit, tonus otot, denyut jantung
  3. Bila usaha nafas lemah, ekstremitas masih pucat, tonus otot lemah dan denyut jantung < 100 x maka lakukan VTP
  4. Bila VTP tidak berhasil lakukan kompresi dada
  5. Observasi apgar score 5 menit pertama
  6. Observasi KU dan VS
  7. Rawat tali pusat agar tetap bersih
  8. Rujuk ke RS bila tidak ada perubahan membaik pada bayi

VI.  IMPLEMENTASI
Tanggal 08-12-2011 Jam 12.20
  1. Menilai bayi setelah dilakukan resusitasi
  2. Melakukan evaluasi nafas, warna kulit, tonus otot, denyut jantung
  3. Mengobservasi apgar score 5 menit pertama
  4. Mengobservasi KU dan VS
  5. Merawat tali pusat agar tetap bersih
  6. Rujuk ke RS bila tidak ada perubahan membaik pada bayi

VII.     EVALUASI
Tanggal 08-12-2011 Jam: 12.20 WIB
a.      Telah dilakukan resusitasi dan bayi sudah menangis kuat
b.       KU  : sedang
R     : 34 x/menit
S     : 36,70 C
HR  : 120 x/menit
-        Tonus otot : baik, gerakan : aktif
-        Apgar score 5 menit pertama 9
-        Tali pusat sudah dibersihkan

DATA PERKEMBANGAN
Tanggal 08-12-2011 / Jam : 12.22 WIB
S   :   Bidan mengatakan kondisi bayi sudah membaik dan sudah dapat menangis kuat.
O   :   - Keadaan umum : sedang
- Vital sign : S: 36,7 OC             R : 34 x/menit
HR : 120 x/menit
-  Gerakan aktif, tonus otot baik
- Apgar score 5 menit I : 9, 10 menit I : 10
- warna kulit : kemerahan
- tali pusat bersih, masih basah, tidak ada tanda infeksi
-  BAB +, warna : hijau kehitaman (mekonium)
- Konsistensi : lembek
- Bau : khas mekonium
BAK +, warna : kuning, jernih

A : Bayi baru lahir By. Ny. A neonatus cukup bulan sesuai masa kehamilan lahir spontan dengan asfiksia sedang hari pertama

P  : -     Mengobservasi KU dan VS
            Ku : baik
            VS : HR : 140x/menit, R : 40x/menit, S :36,8 0 C
-          Mengobservasi apgar score 2 jam pertama
AS 2 jam pertama : 10
-          Lakukan pemeriksaan fisik
1.      Pemeriksaan Umum
·         BB Lahir         : 3000 gram      
·         PB Lahir         : 49 cm             
·         LD lahir          : 31 cm     
·         LK Lahir         : 33 cm           
·         Warna kulit     : kemerahan sedikit pucat
·         Warna kuku    : tidak pucat
·         Tangis bayi     : kuat
2.      Pemeriksaan Tanda-tanda  vital
·         Respirasi          : 44 x/menit
·          HR                 : 144 x/menit
·         Suhu                : 36,3  oC
3.      Pemeriksaan kepala
·        Keadaan Ubun-ubun       : lembut, mendatar
·         Sutura                              : terpisah
·         Penonjolan/pencekungan: tidak ada
4.      Telinga
·         Letaknya/kesimetrisan            : simetris kanan kiri
·         Kelainan                                  : tidak ada
5.      Mata
·         Kedimetrisan                           : simetris kanan kiri
·         Tanda –tanda infeksi              : tidak ada
·         Konjungtiva                            : tidak anemis
·         Sclera                                      : tidak ikterik
·         Kelaianan pada mata               : tidak ada
·         Secret                                      : tidak ada
6.      Hidung dan Mulut 
·         Kelainan bawaan                     : tidak ada
·         Refleksi menghisap                 : ada
·         Kesimetrisan                           : simetris
7.      Leher
·         Pembengkakan                        : tidak ada
·         Benjolan                                  : tidak ada
8.      Dada
·         Bentuk                        : simetris
·         Putting                        : menonjol
·         Bunyi napas                : normal
·         Jantung                        : normal
9.      Bahu, lengan, dan tangan
·         Gerakan                       : normal
·         Kelainan                      : tidak ada
·         Bentuk                        : normal
·         Kesimetrisan               : simetris kanan dan kiri
·         Jumlah jari                   : kaki: 10 jari, tangan : 10 jari
10.  Sistem saraf
·        Reflek Moro                : ada
·        Reflek Rooting            : ada
·         Reflek Grasping          : ada
·         Reflek Walking           : tidak ada.
·         Reflek Sucking           : ada
11.  Reflek Tonic Neck            : ada
12.  Abdomen
·         Bentuk                                                               : simetris
·         Penonjolan lilitan tali pusat pada saat menagis : tidak ada
·         Perdarahan tali pusat                                          : tidak ada
13.  Kelamin
·         Perempuan : vagina berlubang, uretra berlubang, keadaan labia mayora dan minora sudah menutupi labia minor.
14.  Tungkai dan Kaki
·         Bentuk                                                : simetris
·         Gerakan                                   : normal
·         Kelainan                                  : tidak ada
15.  Punggung
·         Pembengkakan/Pencekungan  : tidak ada
·         Spina Bifida                            : tidak ada penonjolan
16.  Anus
·         Berlubang        : ya
17.  Kulit
·         Verniks                                    : ada
·         Warna                                      : kemerahan
·         Tanda lahir                              : tidak ada
18.  Pemeriksaan laboratorium             : Tidak dilakukan
·          Golongan darah         : A
PENATALAKSANAAN:

-          Menjaga bayi agar tetap dalam keadaan kering
Bayi dalam keadaan bersih dan kering, setiap kali bayi BAK dan BAB langsung diganti dengan popok dan gedong yang bersih
-          Melakukan perawatan tali pusat
Tali pusat sudah dibersihkan menggunakan kasa alkohol kemudian dibungkus dengan kasa steril. 
-          Memberikan terapi sesuai dengan advis dokter
Cefotaxim 10 mg IM
-          Mengobservasi pola eliminasi
BAK : warna: kuning, jernih
BAB : warna : hijau kehitaman
-          Memberikan nutrisi
Bayi sudah diberi ASI dengan cara di dot karena bayi belum dirawat gabung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar